Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility

Surveilans AMR dan Tuberkulosis di Bone: BB Labkesmas Makassar Perkuat Rujukan Sampel

Tim BB Labkesmas Makassar saat melaksanakan kegiatan Surveilans AMR dan Tuberkulosis di Bone bersama petugas faskes.

BONE — Resistansi antimikroba (Antimicrobial Resistance/AMR) telah menjadi salah satu ancaman kesehatan global paling serius yang berkembang secara perlahan namun membahayakan. Ketika bakteri dan mikroorganisme semakin kebal terhadap pengobatan antibiotik, infeksi umum yang sebelumnya mudah diatasi berisiko menjadi sulit bahkan tidak mungkin disembuhkan. Untuk mengantisipasi dampak tersebut, Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BB Labkesmas) Makassar menerjunkan tim teknis untuk melaksanakan kegiatan Surveilans AMR dan Tuberkulosis di Bone pada 29 September hingga 1 Oktober 2026.

Kegiatan surveilans terpadu ini dilaksanakan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dengan fokus utama mengevaluasi serta memantau alur pengiriman sampel rujukan AMR ke BB Labkesmas Makassar sebagai laboratorium rujukan kawasan. Peninjauan lapangan dilakukan secara berjenjang melalui kunjungan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Bone, RSUD Tenriwaru, hingga Puskesmas Lamurukung.

Pelaksanaan Surveilans AMR dan Tuberkulosis di Bone memegang peranan krusial dalam memperkuat jejaring deteksi dini di tingkat daerah. Melalui pemantauan langsung ke fasilitas pelayanan kesehatan, tim dapat mengidentifikasi tantangan teknis dalam penanganan spesimen serta memastikan pengiriman sampel rujukan berjalan sesuai dengan standar prosedur operasional yang berlaku.

Data yang terukur dan dikumpulkan secara tepat waktu dari Surveilans AMR dan Tuberkulosis di Bone menjadi pijakan utama bagi perumusan kebijakan pengendalian infeksi di tingkat lokal maupun nasional. Informasi pola resistansi mikroba ini sangat penting untuk penyesuaian pedoman penggunaan obat antibiotik secara rasional, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap munculnya varian resistansi baru di wilayah Kabupaten Bone.

Melalui sinergi berkelanjutan antara BB Labkesmas Makassar dan jajaran kesehatan di Kabupaten Bone, pengawasan terhadap ancaman AMR dan tuberkulosis diharapkan semakin solid. Ketepatan pemantauan berbasis laboratorium ini menjadi benteng utama dalam melindungi masyarakat dari risiko penyebaran penyakit infeksi yang sulit diobati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *