JAKARTA — Hasil evaluasi Pemantapan Mutu Eksternal (PME) berfungsi sebagai petunjuk arah strategis dalam meningkatkan standar mutu pengujian laboratorium. Berdasarkan hasil evaluasi PME Viral Load (VL) HIV Siklus 1 Tahun 2026, masih ditemukan beberapa laboratorium pemeriksa yang menunjukkan ketidaksesuaian hasil. Menindaklanjuti temuan tersebut, Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BB Labkesmas) Makassar menyelenggarakan kegiatan On the Job Training (OJT) Pemeriksaan VL HIV RSUD Tarakan di Jakarta pada 1 Oktober 2026.
Kegiatan pelatihan dan pendampingan teknis ini diselenggarakan atas kerja sama dengan Tim Kerja HIV dan PIMS Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, serta perwakilan fasilitas kesehatan rujukan. Forum ini berfokus pada pembahasan komprehensif terkait temuan PME, pemetaan kendala teknis di lapangan, hingga perumusan langkah perbaikan secara langsung di meja kerja laboratorium.
Pelaksanaan OJT Pemeriksaan VL HIV RSUD Tarakan diikuti oleh tenaga medis dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah DKI Jakarta. Selain RSUD Tarakan, peserta yang terlibat berasal dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, RSPAD Gatot Soebroto, Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi DKI Jakarta, serta sejumlah puskesmas rujukan pemeriksaan VL HIV.
Melalui pendampingan intensif ini, para analis laboratorium mendapatkan pembekalan teknis mendalam guna mengatasi potensi kesalahan prosedur pemeriksaan Viral Load HIV. Peningkatan kompetensi sumber daya manusia diharapkan dapat meningkatkan akurasi data pengujian, sekaligus mempersiapkan laboratorium peserta untuk meraih hasil penilaian yang lebih baik pada PME Siklus 2 Tahun 2026.
Pendampingan mutu berbasis OJT ini menjadi bukti nyata komitmen BB Labkesmas Makassar dalam mengawal keandalan diagnosis HIV di tingkat nasional. Hasil pengujian yang presisi dan terstandar sangat krusial dalam mendukung keberhasilan terapi antiretroviral bagi pasien serta memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.





