KONAWE UTARA — Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BB Labkesmas) Makassar kembali memperkuat jejaring laboratorium kesehatan daerah melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) InPULS (Indonesia – Public Laboratory System Strengthening) di wilayah Labkesmas Regional 8. Rangkaian kegiatan peninjauan dan pendampingan teknis ini dilaksanakan di Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada 22 hingga 23 September 2026.
Agenda kunjungan kerja ini mencakup peninjauan lintas instansi secara berjenjang, dimulai dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Utara, Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Konawe Utara, hingga menyentuh fasilitas pelayanan kesehatan di garda terdepan melalui kunjungan ke Puskesmas Andowia. Pendekatan lintas level ini dirancang untuk memetakan kesiapan infrastruktur dan alur pelayanan kesehatan dari hulu ke hilir.
Pelaksanaan Bimtek InPULS Labkesmas Konawe Utara kali ini menghadirkan keistimewaan tersendiri karena dipimpin langsung oleh Kepala BB Labkesmas Makassar bersama Kepala Instalasi Mikrobiologi dan Biomolekuler. Kehadiran unsur pimpinan tertinggi di lapangan memberikan sinyal kuat bahwa upaya penguatan jejaring Labkesmas tidak hanya digerakkan melalui instruksi administratif, melainkan dikawal langsung dari level perumusan kebijakan hingga menyentuh fasilitas kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat.
Melalui rute peninjauan berjenjang tersebut, tim mendapatkan potret utuh tentang bagaimana sistem laboratorium kesehatan bekerja secara terpadu. Ruang dialog interaktif yang dibuka selama kunjungan dimanfaatkan secara optimal oleh para pengelola fasilitas kesehatan di daerah untuk menyampaikan berbagai tantangan teknis operasional harian, sekaligus merumuskan langkah solusi bersama secara kolaboratif antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.
Bagi masyarakat di Kabupaten Konawe Utara, penguatan sistem laboratorium melalui program InPULS ini memberikan jaminan peningkatan kualitas layanan diagnostik yang lebih merata dan terstandar. Sinergi yang terjalin erat antar-lembaga diharapkan mampu memperkokoh ketahanan kesehatan regional, sehingga fasilitas kesehatan di daerah mampu berfungsi secara optimal dalam melindungi keselamatan dan kesehatan publik di Sulawesi Tenggara.





