Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility

Cegah Risiko Zoonosis, BB Labkesmas Makassar Lakukan Surveilans Terpadu Avian Influenza One Health

Tim BB Labkesmas Makassar saat mengambil spesimen dalam kegiatan surveilans terpadu Avian Influenza di pasar tradisional.

MAKASSAR — Ancaman penyakit zoonotik menuntut tingkat kewaspadaan yang tinggi dari seluruh lini kesehatan masyarakat. Penyakit Avian Influenza (AI) atau flu burung, termasuk subtipe berbahaya seperti H5N1 dan H7N9, menyimpan potensi ancaman pandemi global. Kendati penularan antarmanusia belum terjadi secara berkelanjutan, tingginya angka kematian pada kasus infeksi manusia serta kemungkinan mutasi virus membuat upaya pencegahan dan pengawasan tidak boleh dikendurkan.

Sebagai langkah taktis menghadapi ancaman tersebut, Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BB Labkesmas) Makassar mengimplementasikan surveilans terpadu Avian Influenza BB Labkesmas Makassar menggunakan pendekatan lintas sektor One Health pada 23 hingga 24 September 2026. Pendekatan ini memadukan pemantauan secara simultan terhadap kesehatan manusia, hewan (unggas), dan lingkungan sekaligus guna memetakan potensi penularan secara komprehensif.

Berdasarkan hasil evaluasi program surveilans terpadu sebelumnya pada tahun 2025, metode ini terbukti efektif mendeteksi sirkulasi virus AI subtipe H5 dan H9 baik pada populasi unggas maupun di lingkungan sekitar pasar. Temuan di lingkungan yang sejalan dengan kondisi pada unggas menjadi pengingat penting untuk memperketat penerapan biosekuriti serta mewaspadai risiko paparan silang terhadap manusia.

Pelaksanaan program ini difokuskan pada kelompok masyarakat dengan tingkat risiko paparan yang lebih tinggi, seperti para pedagang unggas, pekerja rumah potong unggas, serta pengunjung pasar. Intervensi ini dikembangkan di sejumlah wilayah dengan karakteristik risiko strategis, yakni Kota Medan, Kota Metro, Kabupaten Banjar, Kota Semarang, Kota Makassar, dan Kabupaten Sidoarjo. Penentuan lokus tersebut didasarkan pada kepadatan populasi, lalu lintas perdagangan unggas, interaksi dengan satwa liar, serta temuan data surveilans historis.

Di Kota Makassar, tim teknis BB Labkesmas Makassar turun langsung ke lapangan menuju Pasar Sawah. Di lokasi tersebut, petugas melakukan pengambilan spesimen baik dari populasi unggas maupun dari manusia yang memiliki riwayat kontak langsung dengan unggas di area pasar. Langkah proaktif ini merupakan pengejawantahan dari prinsip pencegahan yang presisi: mendeteksi potensi ancaman lebih dini agar kesiapan sistem kesehatan dapat terjaga lebih baik.

Melalui penyelenggaraan surveilans terpadu Avian Influenza BB Labkesmas Makassar ini, sinergi antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan diharapkan semakin kuat. Pengawasan yang konsisten dan berbasis bukti ilmiah menjadi perisai utama dalam melindungi keselamatan warga, mencegah transmisi zoonosis, serta mengamankan kesehatan masyarakat di wilayah Sulawesi Selatan dan kawasan Indonesia Timur dari ancaman wabah di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *