Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility

Evaluasi Mutu Nasional, BB Labkesmas Makassar Gelar Pertemuan PME Viral Load HIV Siklus 1 & 2

Suasana Pertemuan Evaluasi Pemantapan Mutu Eksternal (PME) Viral Load HIV Siklus 1 dan Persiapan Siklus 2 Tahun 2026.

MAKASSAR — Pemeriksaan Viral Load (VL) HIV memegang peranan krusial sebagai penentu utama keberhasilan terapi antiretroviral bagi Orang Dengan HIV (ODHIV) di seluruh Indonesia. Guna memastikan standar keandalan hasil diagnosis tersebut, Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BB Labkesmas) Makassar sukses menyelenggarakan Pertemuan Evaluasi Pemantapan Mutu Eksternal (PME) Viral Load HIV Siklus 1 sekaligus persiapan penyelenggaraan Siklus 2 Tahun 2026 pada Jumat, 18 September 2026. Forum nasional ini menjadi salah satu agenda strategis paling penting dalam memperkuat jejaring laboratorium diagnostik HIV di tanah air.

Pertemuan skala nasional ini menghadirkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan dari berbagai tingkatan hierarki kesehatan. Hadir dalam forum tersebut jajaran Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Primer, Tim Panel Ahli HIV bidang pemantapan mutu diagnostik, hingga para kepala dinas kesehatan dan pengelola program HIV dari 38 provinsi di Indonesia. Penyelenggaraan forum ini turut didukung penuh oleh The Global Fund sebagai bagian dari komitmen global dalam memperkuat sistem kesehatan di Indonesia.

Dalam arahannya, Kepala BB Labkesmas Makassar menegaskan bahwa pelaksanaan PME tidak sekadar dimaknai sebagai instrumen penilaian administratif terhadap performa laboratorium semata. Lebih dari itu, PME harus diposisikan sebagai sarana pembelajaran dan pembinaan mutu yang berkelanjutan. BB Labkesmas Makassar berkomitmen penuh sebagai bagian integral dari jejaring laboratorium kesehatan masyarakat untuk terus mengawal dan meningkatkan kualitas pemeriksaan Viral Load HIV di berbagai daerah.

Agenda utama pertemuan diisi dengan pemaparan komprehensif mengenai hasil evaluasi PME VL HIV Laboratorium Rujukan Nasional Siklus 1 Tahun 2026 yang disampaikan oleh dr. Yoeke Dewi Rasita, Sp.MK. Sesi dilanjutkan dengan penyampaian linimasa strategis pelaksanaan PME VL HIV Siklus 2, sosialisasi pemanfaatan aplikasi digital Simpel untuk efisiensi pelaporan, serta diakhiri dengan sesi diskusi interaktif. Ruang dialog ini dimanfaatkan oleh para perwakilan laboratorium dari seluruh Indonesia untuk berbagi pengalaman, tantangan teknis, serta solusi pemecahan masalah di wilayah kerja masing-masing.

Melalui penyelenggaraan evaluasi yang terstruktur ini, mutu layanan laboratorium pemeriksa di 38 provinsi diharapkan semakin seragam, akurat, dan terstandar nasional. Sinergi yang solid antara pemerintah pusat, laboratorium rujukan, dan fasilitas kesehatan daerah menjadi kunci utama dalam mendukung keberhasilan eliminasi HIV sekaligus melindungi kualitas hidup pasien secara optimal di seluruh wilayah Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *