BRUNEI DARUSSALAM — Mutu dan keandalan laboratorium kesehatan masyarakat merupakan komitmen kolektif yang melintasi batas-batas negara. Semangat kolaborasi internasional tersebut mengemuka dalam ajang Annual Partnership Forum Regional Public Health Laboratory (RPHL) Network 2026 yang diselenggarakan di Brunei Darussalam pada 22 hingga 24 September 2026. Dalam forum bergengsi kawasan ini, Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BB Labkesmas) Makassar turut ambil bagian secara aktif membawa nama Indonesia di kancah internasional.
Pada gelaran tahunan tersebut, BB Labkesmas Makassar dipercaya menjadi narasumber dalam Workshop Session 3 yang mengusung tema “Ensuring Laboratory Quality: Advancing External Quality Assurance (EQA) Through Regional Collaboration“. Kehadiran institusi ini diwakili secara langsung oleh Ketua Tim Kerja Surveilans Penyakit, Faktor Risiko Kesehatan, dan KLB, dr. Yoeke Dewi Rasita, Sp.MK.
Partisipasi aktif dalam RPHL Network 2026 BB Labkesmas Makassar ini menjadi sarana strategis untuk mendiseminasikan pengalaman, pengetahuan, serta best practices yang telah diterapkan institusi dalam menyelenggarakan Pemantapan Mutu Eksternal (External Quality Assurance/EQA). Sesi workshop tersebut sekaligus membuka ruang diskusi interaktif antarnegara anggota dalam upaya membangun keseragaman standar, akurasi, dan keandalan hasil pengujian laboratorium kesehatan di tingkat regional.
Melalui pertukaran keahlian dan penguatan jejaring kemitraan global ini, seluruh negara peserta mendorong terciptanya sistem laboratorium yang bermutu tinggi, tangguh, serta berkelanjutan. Langkah kolaboratif ini memegang peranan krusial sebagai fondasi utama dalam merespons potensi ancaman kesehatan global serta mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat di kawasan Asia Tenggara secara menyeluruh.
Keikutsertaan BB Labkesmas Makassar pada forum internasional ini mempertegas posisinya tidak hanya sebagai laboratorium rujukan nasional, melainkan juga sebagai mitra strategis dalam pengembangan mutu laboratorium kesehatan di tingkat regional. Sinergi lintas negara yang dibangun di Brunei Darussalam diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi pemantapan mutu pengujian medis di Indonesia.





