Sebagai tindak lanjut resmi hasil Pemantapan Mutu Eksternal (PME) Viral Load HIV Siklus 1 Tahun 2026, BB Labkesmas Makassar menjadwalkan On the Job Training (OJT) secara langsung di RSUD Kabupaten Sorong Dr. J.P. Wanane. Namun, rencana awal tersebut terpaksa berubah di tengah jalan karena bandara di Kota Sorong ditutup akibat gangguan asap tebal, sehingga memaksa kegiatan yang semula direncanakan secara tatap muka (onsite) dialihkan menjadi pertemuan daring melalui platform Zoom. Kendala tak terduga ini sama sekali tidak menyurutkan semangat para tenaga ahli dalam mengawal peningkatan mutu pemeriksaan viral load HIV. OJT tetap dilaksanakan secara optimal dengan tujuan yang konsisten: meningkatkan kemampuan teknis serta membantu laboratorium peserta PME memperbaiki kualitas hasil pengujian mereka. Melalui bimbingan ini, setiap fasilitas kesehatan didorong untuk terus mengevaluasi performa pengujian secara berkala agar standar pelayanan tetap konsisten.
Meskipun harus dilaksanakan secara virtual pada tanggal 13 Oktober 2026 akibat situasi darurat kabut asap penerbangan, sesi pendampingan intensif tersebut tetap berjalan sangat interaktif dan produktif. Para tenaga teknis laboratorium di rumah sakit daerah mendapatkan kesempatan berharga untuk berdiskusi mendalam mengenai berbagai kendala analitis yang dihadapi di lapangan, mengevaluasi alur kerja pengujian, serta menyamakan standar operasional prosedur yang berlaku secara nasional. Sinergi jarak jauh ini membuktikan dedikasi tinggi dari kedua belah pihak dalam menjaga validitas hasil diagnosis pasien secara konsisten di setiap tahapan penting, mulai dari proses pra-analitik, analitik, hingga pasca-analitik.
Pelaksanaan kegiatan pelatihan berbasis daring ini menegaskan bahwa keterbatasan geografis maupun hambatan cuaca ekstrem tidak boleh menjadi penghalang dalam upaya peningkatan mutu layanan rujukan. Pengawasan dan pembinaan teknis yang berkesinambungan merupakan kunci utama untuk meminimalkan potensi kesalahan laboratorium, khususnya dalam menangani spesimen klinis berisiko tinggi yang memerlukan tingkat akurasi tinggi. Komitmen tanpa batas ini memastikan standar pelayanan pemeriksaan diagnostik di fasilitas kesehatan daerah tetap terjaga dengan sangat baik demi mendukung keselamatan pasien secara menyeluruh.





