Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility

BB Labkesmas Makassar dan BB Biokes Jakarta Gelar Workshop GLP BSL-3, Perkuat Standar Biosafety Laboratorium Rujukan Nasional

Peserta Workshop Implementasi GLP BSL-3 yang diselenggarakan BB Labkesmas Makassar dan BB Biokes Jakarta bersama laboratorium dan rumah sakit rujukan nasional

BB Labkesmas Makassar bersama Balai Besar Biomedis dan Kesehatan Jakarta (BB Biokes Jakarta) menyelenggarakan Workshop Implementasi Good Laboratory Practice (GLP) Biosafety Level 3 (BSL-3) pada 2–4 Juni 2026. Kegiatan tiga hari ini mempertemukan perwakilan dari berbagai laboratorium dan rumah sakit rujukan nasional dalam satu forum penguatan kompetensi biosafety yang terstruktur dan komprehensif.

Workshop GLP BSL-3 ini diikuti oleh peserta dari sejumlah institusi laboratorium kesehatan terkemuka, antara lain BBLKM Yogyakarta, BBLKM Surabaya, BBLKM Banjarbaru, BLKM Manado, BLKM Ambon, BLKM Papua, RSUP Dr. Kariadi, RSUP Dr. Sardjito, RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, dan RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, serta beberapa laboratorium daerah lainnya. Keragaman peserta dari berbagai wilayah Indonesia mencerminkan luasnya jangkauan dan relevansi standar Good Laboratory Practice BSL-3 bagi sistem laboratorium kesehatan nasional.

Laboratorium BSL-3 merupakan fasilitas yang dirancang untuk menangani agen biologis dengan potensi risiko tinggi terhadap kesehatan manusia, seperti patogen penyebab tuberkulosis, SARS-CoV-2, dan berbagai agen infeksius berbahaya lainnya. Penerapan Good Laboratory Practice yang ketat dan konsisten di fasilitas BSL-3 bukan sekadar keharusan regulasi — ini adalah perlindungan pertama dan utama bagi tenaga laboratorium, sekaligus jaminan keamanan bagi lingkungan sekitar fasilitas tersebut beroperasi.

Melalui workshop ini, seluruh peserta membangun kesamaan pemahaman tentang standar prosedur biosafety BSL-3 yang sesuai dengan panduan internasional. Penguatan kompetensi GLP di laboratorium berisiko tinggi memastikan setiap prosedur — mulai dari penanganan spesimen, pengelolaan limbah biologis, hingga respons darurat — dijalankan dengan aman, terstandar, dan dapat dipertanggungjawabkan. Keselarasan standar antarinstitusi menjadi kunci kesiapan nasional dalam menghadapi ancaman penyakit infeksius yang sewaktu-waktu dapat berkembang menjadi kejadian luar biasa.

Bagi masyarakat, laboratorium yang beroperasi sesuai standar Good Laboratory Practice BSL-3 adalah jaminan bahwa pemeriksaan patogen berbahaya dilakukan dengan aman dan hasilnya dapat dipercaya. Investasi dalam kompetensi biosafety seperti ini adalah bagian dari fondasi sistem kesehatan yang tangguh — siap memberikan respons diagnostik yang cepat dan tepat saat dibutuhkan, tanpa mengorbankan keselamatan siapa pun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *