BB Labkesmas Makassar secara resmi menyambut 13 mahasiswa magang dari Politeknik Sandi Karsa, Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis, pada 2 Juni 2026. Para mahasiswa ini akan menjalani kegiatan magang selama dua bulan, mulai 2 Juni hingga 31 Juli 2026. Acara penerimaan dihadiri langsung oleh Kepala BB Labkesmas Makassar beserta dosen pembimbing dari kampus, menandai dimulainya periode pembelajaran praktik yang diharapkan memberikan pengalaman bermakna bagi setiap peserta.
Sebelum terjun ke instalasi laboratorium, para mahasiswa terlebih dahulu mendapatkan pembekalan biosafety dan biosecurity sebagai materi pembuka yang wajib dipahami. Pembekalan ini bukan formalitas semata — di lingkungan laboratorium kesehatan, pemahaman tentang biosafety dan biosecurity adalah prasyarat mutlak sebelum seseorang dapat bekerja dengan aman dan bertanggung jawab. Materi ini membekali mahasiswa dengan pengetahuan tentang potensi risiko biologis di laboratorium, prosedur perlindungan diri, dan tata cara penanganan bahan infeksius yang sesuai standar.
Pendekatan pembekalan biosafety sejak hari pertama mencerminkan budaya keselamatan kerja yang dijunjung tinggi di BB Labkesmas Makassar. Bagi mahasiswa yang baru memasuki lingkungan laboratorium nyata, memahami protokol keamanan biologis sedini mungkin adalah investasi jangka panjang yang akan membentuk kebiasaan kerja yang aman dan profesional sepanjang karier mereka sebagai tenaga laboratorium medis.
Selama dua bulan ke depan, para mahasiswa Politeknik Sandi Karsa akan mendapatkan pengalaman praktik langsung di berbagai instalasi BB Labkesmas Makassar. Pengalaman ini dirancang untuk menjembatani teori yang telah mereka pelajari di bangku kuliah dengan praktik nyata di laboratorium kesehatan masyarakat yang beroperasi pada standar nasional.
Melalui program magang ini, BB Labkesmas Makassar turut berkontribusi dalam mencetak tenaga laboratorium medis yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran keselamatan yang kuat. Tenaga laboratorium yang terampil dan bertanggung jawab adalah aset nyata bagi sistem pelayanan kesehatan — karena kualitas hasil pemeriksaan laboratorium yang mereka hasilkan kelak akan berdampak langsung pada ketepatan diagnosis dan kualitas layanan yang diterima masyarakat.





