Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility

BB Labkesmas Makassar Kembali Jalankan Pemeriksaan tNGS TB, Layani Rujukan Spesimen dari Lima Provinsi Indonesia Timur

Petugas laboratorium BB Labkesmas Makassar menjalankan pemeriksaan tNGS TB dalam program BGSi untuk spesimen rujukan dari lima provinsi Indonesia Timur

BB Labkesmas Makassar kembali menjalankan kegiatan pemeriksaan tNGS TB pada 29 Mei 2026 sebagai bagian dari program Biomedical and Genome Science Initiative (BGSi). Dalam putaran pemeriksaan ini, BB Labkesmas Makassar menangani spesimen tuberkulosis rujukan dari fasilitas pelayanan kesehatan di lima provinsi sekaligus — Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Maluku — menegaskan perannya sebagai laboratorium rujukan sekuensing yang menjangkau wilayah Indonesia Timur secara nyata.

Pemeriksaan tNGS atau targeted Next Generation Sequencing merupakan metode pemeriksaan molekuler berbasis teknologi genomik yang memungkinkan karakterisasi bakteri Mycobacterium tuberculosis secara mendalam. Dibandingkan metode konvensional, pemeriksaan tNGS TB mampu mendeteksi pola resistansi terhadap berbagai lini obat antituberkulosis secara simultan dan lebih komprehensif — informasi yang sangat krusial dalam menentukan regimen pengobatan yang tepat bagi setiap pasien, khususnya kasus TBC yang resistan terhadap obat.

BB Labkesmas Makassar telah bergabung sebagai laboratorium jejaring tNGS dalam program BGSi sejak 2024 dan terus berkomitmen menjalankan fungsi ini secara konsisten. Kapasitas pemeriksaan tNGS TB yang dimiliki menjadikan BB Labkesmas Makassar sebagai satu-satunya laboratorium rujukan sekuensing TB di kawasan Indonesia Timur yang mampu melayani kebutuhan diagnostik genomik dari berbagai provinsi tanpa harus bergantung pada laboratorium di Pulau Jawa.

Tersedianya layanan pemeriksaan tNGS TB di Indonesia Timur membawa dampak langsung bagi pasien dan tenaga kesehatan. Waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil pemeriksaan genomik menjadi lebih singkat karena spesimen tidak perlu dikirim jauh ke laboratorium di luar kawasan. Hasil yang lebih cepat berarti keputusan klinis dapat diambil lebih awal — memberikan peluang pengobatan yang lebih baik bagi pasien TBC sebelum kondisinya berkembang menjadi lebih berat.

Dengan terus aktifnya pemeriksaan tNGS TB di BB Labkesmas Makassar, fasilitas kesehatan di lima provinsi yang menjadi wilayah rujukan kini memiliki akses yang lebih mudah terhadap teknologi diagnostik TBC yang presisi. Ini adalah bagian dari upaya jangka panjang untuk memastikan bahwa kualitas layanan penanganan TBC di Indonesia Timur terus meningkat — demi masyarakat yang lebih sehat dan bebas dari beban tuberkulosis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *