Diundang secara resmi sebagai pemateri dalam Workshop Update Sistem Informasi dan Surveilans Malaria (Sismal V3) yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, BB Labkesmas Makassar mengutus Kepala Instalasi Mikrobiologi dan Biomolekuler, A. Tenri Commeng, S.Si. Dalam kesempatan berharga tersebut, pemateri membawakan pemaparan komprehensif mengenai laboratorium malaria dan strategi peningkatan mutu pengujian diagnostik di fasilitas kesehatan. Kehadiran perwakilan institusi ini menegaskan peran strategis laboratorium rujukan dalam mendukung program eliminasi penyakit tular vektor di kawasan Indonesia timur.
Pelaksanaan Pemantapan Mutu Eksternal (PME) bagi laboratorium malaria merupakan sistem evaluasi berkala yang dilakukan oleh pihak luar berwenang, seperti BB Labkesmas atau laboratorium rujukan uji silang terstandar. Mekanisme evaluasi ini mencakup pengujian sampel uji silang, tes panel, serta tes profisiensi yang dirancang khusus untuk menilai apakah hasil pemeriksaan mikroskopis di tingkat puskesmas maupun rumah sakit benar-benar akurat serta memenuhi standar teknis nasional. Pengawasan mutu yang konsisten menjadi kunci utama dalam menghindari kesalahan diagnosis sampel darah pasien di lapangan.
Melalui program PME yang terstruktur, kemampuan teknis para tenaga mikroskopis di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan dapat terus diuji, dipantau, dan diasah secara berkelanjutan. Fasilitas kesehatan dapat segera mengetahui apabila terjadi penurunan performa pembacaan spesimen secara dini, sehingga tindakan korektif berupa pelatihan ulang atau bimbingan teknis intensif dapat langsung diberikan. Langkah responsif ini sangat penting untuk memastikan tidak ada kasus infeksi parasit yang lolos dari pencatatan sistem surveilans kesehatan masyarakat.
Sinergi antara penguatan kapasitas tenaga medis dan pemanfaatan sistem informasi surveilans digital menjadi fondasi utama dalam menekan angka kesakitan akibat malaria. BB Labkesmas Makassar berkomitmen untuk terus mendampingi seluruh jajaran jejaring pelayanan kesehatan daerah demi menghadirkan hasil pemeriksaan mikroskopis yang tepat, terpercaya, dan akuntabel secara medis demi melindungi masyarakat dari ancaman penularan penyakit di masa depan.





