Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility

Bimbingan Teknis Patologi Klinik Tingkatkan Mutu Lab di Ambon

Petugas laboratorium mengikuti bimbingan teknis patologi klinik di UPTD Labkesda Kota Ambon

Berbeda bidang pemeriksaan, namun semangatnya tetap sama. Jika di wilayah Sumatera Utara perbaikan mutu difokuskan pada pemeriksaan Viral Load HIV, kali ini giliran Kota Ambon yang menjadi pusat perhatian di bidang Patologi Klinik. Bimbingan teknis Pemantapan Mutu Eksternal (PME) di UPTD Labkesda Kota Ambon ini digelar sebagai tindak lanjut resmi hasil PME Siklus 1 Bidang Patologi Klinik, dengan menyasar langsung berbagai persoalan teknis yang kerap ditemukan di laboratorium tersebut. Kegiatan pendampingan profesional ini senantiasa diselaraskan dengan standar rujukan nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Seperti halnya tindak lanjut PME di bidang lain, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan sekaligus membantu laboratorium peserta memperbaiki kualitas hasil pemeriksaan Patologi Klinik mereka secara menyeluruh. Prinsip penjaminan mutu memegang peranan vital: mutu hasil pemeriksaan laboratorium hanya bisa terjamin apabila pengelola memastikan setiap tahapan berjalan dengan baik dan sesuai standar operasional prosedur yang berlaku. Alur pengujian tersebut wajib dikawal ketat mulai dari tahap pra-analitik, analitik, hingga pasca-analitik — tidak terkecuali untuk parameter-parameter patologi klinik yang menjadi acuan utama diagnosis klinis sehari-hari. Berbagai program peningkatan kapasitas layanan rujukan serupa juga didukung penuh oleh institusi pengampu seperti BB Labkesmas Makassar.

Pelaksanaan bimbingan teknis intensif ini berlangsung pada tanggal 7 hingga 8 Oktober 2026 di Maluku. Melalui sesi pendampingan langsung di lapangan, para tenaga teknis laboratorium mendapatkan kesempatan berharga untuk berdiskusi, mengevaluasi metode kerja, serta mencari solusi atas berbagai kendala operasional yang dihadapi sehari-hari. Peningkatan kompetensi sumber daya manusia di fasilitas kesehatan daerah menjadi langkah strategis dalam meminimalkan potensi kesalahan diagnostik.

Dukungan teknis yang berkelanjutan ini mencerminkan komitmen kuat dalam memperkuat jejaring laboratorium kesehatan di seluruh penjuru nusantara. Dengan kualitas pengujian patologi klinik yang semakin andal, akurasi data penunjang diagnosis dokter dapat dipertanggungjawabkan demi meningkatkan keselamatan pasien secara optimal di masa depan. Penguatan mutu laboratorium daerah ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat luas di wilayah Indonesia timur maupun secara nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *