Jika pekan lalu perbaikan mutu pemeriksaan Viral Load HIV digaungkan dari pusat, kali ini giliran wilayah Sumatera Utara yang menjadi pusat perhatian. Sebagai tindak lanjut resmi hasil Pemantapan Mutu Eksternal (PME) HIV Viral Load Siklus 1 Tahun 2026, BB Labkesmas Makassar menggelar On the Job Training (OJT) secara langsung di Puskesmas Helvetia Medan dan Labkesda Deli Serdang. Kegiatan ini dirancang bukan sekadar formalitas tindak lanjut belaka, melainkan bentuk pendampingan nyata di lapangan guna meningkatkan kemampuan teknis petugas laboratorium kesehatan. Program ini juga bertujuan untuk membantu laboratorium peserta PME dalam mengevaluasi dan memperbaiki kualitas hasil pengujian mereka secara menyeluruh. Upaya penjaminan mutu laboratorium harus dilakukan secara konsisten di sepanjang alur proses pengujian yang kompleks.
Dalam pelaksanaannya, proses penjaminan kualitas wajib dijaga ketat di setiap tahapan pemeriksaan yang meliputi tahap pra-analitik, analitik, hingga pasca-analitik. Setiap tahapan memiliki potensi kesalahan yang dapat memengaruhi akurasi hasil akhir diagnosis pasien. Oleh karena itu, kehadiran para ahli dari institusi terkait memberikan dampak positif yang sangat signifikan bagi peningkatan kompetensi tenaga kesehatan di daerah. Fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan laboratorium daerah memerlukan bimbingan intensif agar standar operasional prosedur dapat diterapkan secara seragam dan disiplin tinggi.
Pelaksanaan kegiatan pelatihan intensif ini berlangsung dari tanggal 7 hingga 10 Oktober 2026 dengan melibatkan partisipasi aktif dari para analis kesehatan setempat. Melalui sesi praktik langsung dan diskusi interaktif, petugas laboratorium dapat mendiskusikan berbagai kendala teknis yang sering ditemui saat mengolah spesimen biologis berisiko tinggi. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama menjadi fondasi krusial dalam menekan angka kesalahan diagnostik secara nasional.
Dukungan teknis berkelanjutan ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperkuat jejaring laboratorium rujukan nasional yang andal dan terstandar, sehingga mutu pemeriksaan yang terjaga konsisten mampu memberikan kontribusi optimal bagi keselamatan pasien di seluruh wilayah Indonesia.




