Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility

UNDP Evaluasi Dampak Program HEART bersama BB Labkesmas Makassar

Tim UNDP Indonesia melakukan kunjungan wawancara Terminal Evaluation Program HEART di BB Labkesmas Makassar sebagai bagian dari evaluasi program ATM, WGS, dan SMILE nasional

Penanganan HIV, Tuberkulosis, dan Malaria yang efektif bergantung pada program-program yang tidak hanya dirancang dengan baik, tetapi juga dievaluasi secara jujur dan independen agar terus dapat disempurnakan. Dalam konteks itulah tim United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia mengunjungi BB Labkesmas Makassar sebagai bagian dari Terminal Evaluation Program Health Governance Initiative (HEART) — sebuah evaluasi akhir yang dilaksanakan bersama Kementerian Kesehatan RI untuk menilai sejauh mana program ini telah memberikan dampak nyata bagi tata kelola kesehatan di Indonesia.

Kunjungan ke BB Labkesmas Makassar merupakan bagian dari rangkaian pengumpulan data melalui wawancara pemangku kepentingan yang dilaksanakan di tiga kota — Makassar, Bandung, dan Palembang — selama periode 15–29 Juli 2026. Pendekatan evaluasi multi-kota ini memastikan bahwa temuan yang dihasilkan mencerminkan perspektif dan pengalaman dari berbagai wilayah di Indonesia, bukan hanya dari pusat, sehingga rekomendasinya lebih relevan bagi penguatan program di tingkat daerah.

Program HEART mencakup tiga area strategis yang saling melengkapi. Pertama, penguatan implementasi program ATM (HIV/AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria) — tiga penyakit infeksi yang masih menjadi beban kesehatan masyarakat terbesar di Indonesia. Kedua, pemanfaatan Whole Genome Sequencing (WGS) sebagai teknologi genomik yang memungkinkan pemetaan dan pemantauan patogen secara lebih mendalam untuk mendukung surveilans dan pengendalian penyakit. Ketiga, pengembangan SMILE — sistem monitoring imunisasi dan logistik secara elektronik yang mendukung pengelolaan program kesehatan yang lebih efisien dan terdata.

Terminal Evaluation yang dilakukan UNDP bersifat independen — tidak dirancang untuk memvalidasi capaian semata, melainkan untuk mengidentifikasi secara objektif apa yang telah berjalan baik, apa yang perlu diperbaiki, dan bagaimana program dapat ditingkatkan ke depan. Bagi institusi seperti BB Labkesmas Makassar yang terlibat langsung dalam program ATM dan WGS, proses evaluasi ini adalah kesempatan untuk menyuarakan pengalaman lapangan yang nyata kepada pembuat kebijakan dan mitra internasional.

Hasil evaluasi independen ini diharapkan menjadi landasan yang kuat bagi penyempurnaan program selanjutnya — memastikan bahwa setiap investasi dalam tata kelola kesehatan benar-benar bermuara pada layanan yang lebih baik bagi masyarakat yang paling membutuhkan. Karena evaluasi yang jujur hari ini adalah jaminan bahwa program kesehatan esok hari akan lebih tepat sasaran, lebih efisien, dan lebih berdampak nyata bagi jutaan masyarakat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *