BB Labkesmas Makassar selaku Koordinator Regional 8 menyelenggarakan Rapat Koordinasi Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Rakorlab) Penguatan Jejaring Labkesmas Tahun 2026 pada 29–31 Juli 2026 di Aula Grand Mall, Kabupaten Maros. Forum tiga hari ini mempertemukan secara langsung perwakilan dari tiga unit pelaksana teknis Labkesmas Tier 4 pengampu — BB Labkesmas Makassar, Balai Labkesmas Makassar, dan Balai Labkesmas Donggala — bersama Dinas Kesehatan Provinsi dan puluhan Labkesmas tingkat kabupaten/kota dari empat provinsi wilayah Regional 8: Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai respons atas hasil evaluasi yang menunjukkan bahwa pelaksanaan jejaring Labkesmas di Regional 8 masih menghadapi berbagai tantangan — mulai dari belum optimalnya koordinasi antar laboratorium, sistem rujukan spesimen yang belum terintegrasi secara menyeluruh, hingga kesenjangan kapasitas sumber daya manusia, sarana prasarana, dan penerapan standar mutu. Dengan mengusung tema “Optimalisasi Peran Labkesmas di Regional 8 melalui Penguatan dan Kolaborasi Lintas Sektor”, forum ini menjadi ruang untuk menyamakan persepsi, memutakhirkan data, dan membangun kesepakatan bersama antarwilayah.
Rangkaian kegiatan selama tiga hari mencakup pemaparan kebijakan transformasi layanan kesehatan primer dan arah strategis regionalisasi Labkesmas oleh Direktur Tata Kelola Kesehatan Masyarakat, strategi standardisasi mutu pemeriksaan di tingkat regional dan provinsi, serta sesi penguatan kapasitas Labkesmas dalam penyelenggaraan pemeriksaan Patologi Klinik. Pembahasan juga mencakup aspek perencanaan dan skema pendanaan daerah melalui APBD untuk mendukung keberlanjutan operasional jejaring Labkesmas, serta verifikasi hasil pemetaan kesiapan lokasi (site readiness) dan aspek regulasi administrasi terkait distribusi alat InPULS. Hari terakhir difokuskan pada penyusunan dan pemaparan rencana tindak lanjut oleh masing-masing Labkesmas Tier 2 dan Tier 3.
Sejumlah narasumber hadir secara daring, antara lain Sesditjen Kesehatan Primer dan Komunitas, Direktur Fasilitas dan Mutu Pelayanan Kesehatan Primer, serta Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah. Sementara Bapperida Provinsi Sulawesi Selatan hadir secara luring untuk membahas integrasi perencanaan daerah dalam mendukung keberlanjutan jejaring Labkesmas.
Rakorlab ini diharapkan menghasilkan sejumlah keluaran konkret, antara lain kesepakatan peta jalan pengampuan dan standardisasi mutu Labkesmas Tier 2 dan Tier 3 di Regional 8, dokumen komitmen bersama lintas sektor, serta rekomendasi rencana tindak lanjut operasional yang responsif terhadap kondisi masing-masing wilayah. Melalui koordinasi lintas wilayah yang lebih terstruktur, jejaring Labkesmas Regional 8 diharapkan semakin mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai tulang punggung sistem surveilans kesehatan berbasis laboratorium di kawasan Sulawesi dan sekitarnya.





