Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility

Perkuat Validasi Pengujian, OJT Tahap 2 Labkesmas Regional 8 Tingkatkan Mutu Laboratorium Daerah

Peserta OJT Tahap 2 Labkesmas Regional 8 saat mengikuti sesi praktikum validasi metode pengujian di laboratorium.

Sebuah angka hasil pengujian laboratorium memegang peranan krusial dalam menentukan arah kebijakan kesehatan masyarakat, mulai dari menguji kelayakan sumber air minum hingga memastikan keselamatan produk pangan yang beredar di tengah warga. Di balik keandalan angka-angka tersebut, terdapat proses panjang bernama validasi dan verifikasi metode pengujian. Momen krusial inilah yang menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan OJT Tahap 2 Labkesmas Regional 8 yang berlangsung pada 31 Agustus hingga 4 September 2026.

Agenda pelatihan teknis yang digelar di BB Labkesmas Makassar ini mempertemukan puluhan tenaga teknis laboratorium dari empat provinsi di kawasan Sulawesi, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Selama lima hari pelaksanaan, para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teori di dalam kelas, melainkan turun langsung ke meja kerja laboratorium untuk melakukan simulasi pengujian. Pendekatan praktis ini dirancang untuk mengasah keterampilan teknis tenaga laboratorium secara terukur dan presisi.

Dalam sesi praktikum, para analis kesehatan memperdalam keahlian di dua bidang utama pengujian laboratorium. Pada bidang kimia, materi difokuskan pada pengukuran akurasi, presisi, pembuatan kurva kalibrasi, hingga perhitungan estimasi ketidakpastian pengukuran. Sementara itu, pada bidang mikrobiologi, para peserta dilatih dalam penerapan teknik aseptik serta pengendalian mutu media pengujian. Penguasaan aspek-aspek teknis ini sangat mendasar untuk memastikan bahwa seluruh instrumen dan prosedur pemeriksaan bebas dari risiko kesalahan analisis.

Kegiatan OJT Tahap 2 Labkesmas Regional 8 ini dibuka secara resmi oleh Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan RI, dr. Elvieda Sariwati, M.Epid. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa penguatan sistem laboratorium kesehatan masyarakat tidak boleh hanya berorientasi pada penyediaan sarana dan prasarana fisik semata, melainkan harus diseimbangkan dengan peningkatan kompetensi teknis sumber daya manusia serta penjaminan mutu yang berkelanjutan. Mutu laboratorium merupakan tanggung jawab bersama dari tingkat analis hingga pimpinan pengambil kebijakan.

Penyelenggaraan OJT Tahap 2 Labkesmas Regional 8 ini juga membawa misi besar terkait konsep regionalisasi laboratorium kesehatan publik. Pendekatan regionalisasi dimaknai sebagai usaha untuk saling menopang antar-fasilitas kesehatan, di mana laboratorium dengan kapasitas lebih tinggi bertindak sebagai rumah belajar bagi laboratorium di sekitarnya. Sinergi ini bertujuan membina jejaring mutu yang solid di kawasan timur Indonesia, sehingga tidak ada fasilitas kesehatan daerah yang berjalan sendirian dalam menjaga kualitas pemeriksaan.

Bagi masyarakat luas di wilayah Sulawesi, pelaksanaan pelatihan intensif ini memberikan jaminan terhadap kepastian dan keandalan data kesehatan publik. Melalui peningkatan kapasitas para peserta yang diharapkan menjadi agen perubahan di instansi masing-masing, mutu pemeriksaan sampel air dan pangan di daerah akan semakin teruji. Hasil pengujian laboratorium yang presisi dan akurat menjadi dasar yang kuat bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan perlindungan kesehatan masyarakat dari berbagai risiko cemaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *