BB Labkesmas Makassar menyelenggarakan Seminar dan Workshop bertema Metode Standar Pengujian Mikrobiologi Air dan Pangan Sesuai ISO pada Rabu, 3 Juni 2026, bertempat di Aula Bima. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari industri untuk membekali para tenaga laboratorium dengan pemahaman dan keterampilan teknis terkini dalam menerapkan metode pengujian mikrobiologi yang terstandar secara internasional.
Mengawali rangkaian kegiatan, sesi pertama membahas topik pengujian mikrobiologi air yang dibawakan oleh Caroline Santoso, Product Manager PT. Thermalindo Sarana Laboratoria. Sesi ini memberikan pemahaman mendalam tentang pendekatan metode standar sesuai ISO dalam analisis kualitas mikrobiologi air — mulai dari teknik pengambilan sampel, prosedur pengujian, hingga interpretasi hasil yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Standarisasi metode pengujian mikrobiologi air dan pangan sesuai ISO merupakan elemen krusial dalam sistem jaminan mutu laboratorium. Metode yang terstandar secara internasional memastikan hasil pengujian yang dihasilkan oleh laboratorium di Indonesia setara dan sebanding dengan laboratorium di negara lain — sebuah keharusan terutama dalam konteks pengawasan keamanan pangan dan air minum yang berdampak langsung pada jutaan konsumen.
Penguatan kompetensi tenaga laboratorium dalam pengujian mikrobiologi air dan pangan adalah investasi yang dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat. Laboratorium yang menguji dengan metode yang tepat dan terstandar akan menghasilkan data yang akurat — sehingga air yang dinyatakan aman memang benar-benar aman, dan produk pangan yang lolos uji memang layak dikonsumsi. Di sisi lain, kontaminasi yang terdeteksi lebih awal berkat metode yang sensitif dan andal dapat mencegah wabah penyakit bawaan air dan pangan sebelum berdampak luas.
Melalui seminar dan workshop seperti ini, BB Labkesmas Makassar terus mendorong peningkatan kompetensi teknis yang berkelanjutan — tidak hanya bagi insan laboratorium di institusinya sendiri, tetapi juga bagi komunitas laboratorium kesehatan yang lebih luas. Karena pada akhirnya, metode pengujian yang lebih baik adalah perlindungan nyata yang lebih kuat bagi kesehatan masyarakat.





