Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility

ODHIV Tulungagung Berhak atas Hasil Pemeriksaan yang Akurat — BB Labkesmas Makassar Dampingi Langsung Peningkatan Mutu Lab Viral Load HIV

Tim BB Labkesmas Makassar dan CDC Indonesia melaksanakan OJT PME Viral Load HIV di laboratorium RS dr. Iskak Tulungagung sebagai tindak lanjut evaluasi PME Siklus 1

Bagi setiap ODHIV yang menjalani terapi antiretroviral, hasil pemeriksaan Viral Load HIV bukan sekadar angka di atas kertas — ia adalah penentu apakah pengobatan yang sedang dijalani benar-benar bekerja. Ketika hasil pemeriksaan tidak akurat, keputusan klinis yang diambil berisiko keliru, dan pasien bisa kehilangan waktu emas dalam penanganannya. Demi memastikan hal itu tidak terjadi, BB Labkesmas Makassar bersama CDC Indonesia melaksanakan On the Job Training (OJT) PME Viral Load HIV di RS dr. Iskak Tulungagung pada 14 Juli 2026.

OJT ini merupakan tindak lanjut langsung dari hasil evaluasi PME Viral Load HIV Siklus 1 Tahun 2026. RS dr. Iskak Tulungagung menjadi salah satu laboratorium yang mendapatkan pendampingan karena hasil pemeriksaannya pada siklus sebelumnya belum sepenuhnya memenuhi standar yang dipersyaratkan. Pendekatan OJT — pendampingan langsung di tempat kerja — dipilih karena lebih efektif dalam mengidentifikasi dan memperbaiki kesenjangan kompetensi secara kontekstual dibanding pelatihan konvensional di luar fasilitas.

Selama OJT berlangsung, petugas laboratorium RS dr. Iskak mendapatkan pendampingan teknis secara intensif — mulai dari prosedur pengerjaan spesimen, pengoperasian alat, pemantauan internal mutu, hingga interpretasi hasil pemeriksaan Viral Load HIV. Setiap aspek yang berkontribusi terhadap akurasi hasil dievaluasi dan diperbaiki bersama, sehingga petugas tidak hanya memahami *apa* yang harus dilakukan, tetapi juga *mengapa* setiap langkah dalam prosedur itu penting.

Kolaborasi antara BB Labkesmas Makassar dan CDC Indonesia dalam menjalankan OJT ini mencerminkan sistem pembinaan mutu laboratorium yang tidak berhenti pada penilaian, tetapi berlanjut pada perbaikan nyata di lapangan. Evaluasi PME yang diikuti dengan tindak lanjut pendampingan adalah bukti bahwa program PME VL HIV dirancang untuk benar-benar mengangkat kapasitas laboratorium, bukan sekadar mendokumentasikan kekurangannya.

Dengan meningkatnya kompetensi laboratorium di RS dr. Iskak Tulungagung, pasien ODHIV yang dilayani di fasilitas tersebut akan mendapatkan hasil pemeriksaan Viral Load HIV yang lebih akurat dan dapat diandalkan sebagai dasar keputusan terapi. Inilah wujud nyata dari sistem penjaminan mutu laboratorium yang berpihak pada pasien — karena laboratorium yang bermutu adalah garda terdepan dalam memastikan setiap ODHIV mendapatkan penanganan yang tepat sasaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *