Setiap bayi yang lahir di Kota Ambon berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk menjalani skrining bayi baru lahir — pemeriksaan yang dapat mendeteksi kelainan bawaan sejak hari-hari pertama kehidupan, sebelum dampaknya berkembang menjadi masalah serius yang memengaruhi tumbuh kembang anak secara permanen. Untuk memastikan tidak ada satu pun bayi yang terlewat, BB Labkesmas Makassar melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) program Skrining Bayi Baru Lahir (SBBL) di Kota Ambon pada 17–18 Juni 2026.
Monev ini mencakup kunjungan ke Dinas Kesehatan Kota Ambon, koordinasi langsung dengan Labkesmas Kota Ambon, serta sosialisasi kebijakan, alur, dan prosedur teknis SBBL kepada Puskesmas dan Rumah Sakit sebagai fasilitas kesehatan yang berperan sebagai perujuk spesimen. Dengan menjangkau seluruh titik dalam rantai pelayanan SBBL — dari tingkat kebijakan daerah hingga fasilitas layanan primer — proses monev ini memastikan setiap pihak memahami peran dan tanggung jawabnya secara tepat.
Salah satu tantangan dalam pelaksanaan skrining bayi baru lahir di daerah adalah kesenjangan pemahaman antara berbagai level fasilitas kesehatan. Puskesmas dan rumah sakit sebagai titik pertama yang bersentuhan langsung dengan bayi baru lahir memegang peran krusial dalam memastikan pengambilan spesimen dilakukan secara tepat waktu dan sesuai prosedur. Sosialisasi yang dilakukan dalam monev ini hadir untuk menutup kesenjangan tersebut — agar prosedur teknis SBBL dipahami dan diterapkan secara seragam di seluruh fasilitas kesehatan di Kota Ambon.
Keberhasilan program skrining bayi baru lahir tidak diukur dari seberapa canggih teknologinya di laboratorium, tetapi dari seberapa menyeluruh jangkauannya di lapangan. Setiap Puskesmas yang memahami alurnya, setiap tenaga kesehatan yang terlatih mengambil spesimen dengan benar, dan setiap rumah sakit yang aktif merujuk adalah mata rantai yang menentukan apakah seorang bayi mendapatkan deteksi dini yang ia butuhkan — atau tidak.
Dengan target pemeriksaan SBBL di Kota Ambon yang semakin terpenuhi, semakin banyak bayi di Maluku yang mendapat kesempatan tumbuh sehat dan optimal. Deteksi dini kelainan bawaan sejak hari-hari pertama kehidupan adalah investasi terbesar yang bisa diberikan sistem kesehatan untuk masa depan setiap anak — dan monev ini adalah bagian dari upaya memastikan investasi itu benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkannya.





