Sebagai penyelenggara Program Pemantapan Mutu Eksternal (PME) HIV Viral Load (VL), BB Labkesmas Makassar melaksanakan Pertemuan Evaluasi PME HIV VL Siklus 1 Tahun 2025 di pada tanggal 10 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memastikan mutu hasil pemeriksaan HIV Viral Load di berbagai laboratorium peserta di seluruh Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, BB Labkesmas Makassar memaparkan hasil pelaksanaan PME HIV VL Siklus 1 secara menyeluruh, mencakup tingkat kesesuaian hasil uji, konsistensi antar laboratorium, serta area yang memerlukan perbaikan kualitas. Paparan ini menjadi dasar untuk menetapkan langkah-langkah tindak lanjut agar setiap laboratorium mampu mencapai standar mutu yang telah ditetapkan.
Selain sesi evaluasi, kegiatan ini juga diisi dengan sharing session yang menghadirkan pengalaman dari laboratorium pelaksana PME HIV VL menggunakan dua platform utama, yaitu TCM (Truenat/GenXpert) dan Abbott m2000. Diskusi ini membuka ruang berbagi praktik baik (best practices) dan solusi teknis terkait kendala operasional yang sering dihadapi di lapangan, mulai dari tahap pre-analitik, proses analitik, hingga pelaporan hasil.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh laboratorium peserta PME HIV VL dapat memperkuat sistem manajemen mutu internal, memahami akar penyebab ketidaksesuaian hasil, dan meningkatkan akurasi pemeriksaan HIV VL — yang merupakan komponen krusial dalam pemantauan efektivitas terapi ARV dan pengendalian HIV/AIDS di Indonesia.
Sebagai tindak lanjut, BB Labkesmas Makassar akan memberikan bimbingan teknis dan pendampingan khusus bagi laboratorium yang hasil PME-nya belum memenuhi kriteria standar. Pendekatan ini bertujuan untuk membantu setiap laboratorium mencapai tingkat keandalan yang diharapkan serta mendukung terwujudnya layanan diagnostik HIV yang bermutu dan berkesinambungan.
Kegiatan ini menegaskan komitmen BB Labkesmas Makassar sebagai laboratorium rujukan nasional dalam bidang mutu pemeriksaan HIV, sekaligus sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat di daerah, khususnya di wilayah Regional 8 dan jejaring laboratorium nasional.





