Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility

Sosialisasi Persiapan PME Viral Load HIV Siklus 1 bagi 70 Laboratorium se-Indonesia

Kepala BB Labkesmas Makassar membuka Pertemuan Persiapan PME Viral Load HIV Siklus 1 Tahun 2026 secara daring bersama 70 laboratorium pemeriksa VL HIV se-Indonesia

Kepala BB Labkesmas Makassar secara resmi membuka Pertemuan Persiapan Pelaksanaan Pemantapan Mutu Eksternal (PME) Viral Load (VL) HIV Siklus 1 Tahun 2026 pada Kamis, 30 Juli 2026. Pertemuan yang diselenggarakan secara daring ini melibatkan 70 laboratorium pemeriksa VL HIV dari seluruh Indonesia, mencakup Dinas Kesehatan provinsi, rumah sakit rujukan nasional dan daerah, laboratorium kesehatan daerah, hingga puskesmas. Kegiatan ini didukung oleh dana hibah the Global Fund ATMR AIDS tahun 2026 dan dilaksanakan dengan metode paparan serta diskusi interaktif.

Pertemuan ini menjadi langkah persiapan yang penting sebelum panel PME HIV VL Siklus 1 didistribusikan kepada seluruh laboratorium peserta. Panel tersebut dikirimkan oleh National Reference Laboratory (NRL) Australia kepada BB Labkesmas Makassar selaku penyelenggara PME VL HIV yang ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI berdasarkan surat penunjukan sejak 8 Februari 2024. Melalui pertemuan persiapan ini, seluruh laboratorium peserta dipastikan memiliki pemahaman dan kesiapan teknis yang seragam sebelum siklus PME berjalan.

Rangkaian agenda pertemuan mencakup sosialisasi timeline pelaksanaan PME VL HIV, tata cara preparasi bahan panel, serta panduan penginputan data ke dalam aplikasi OASYS. Tim Kerja HIV Kementerian Kesehatan kemudian memaparkan prosedur pelaporan hasil PME melalui aplikasi SITRUST-HIV — sistem pelaporan resmi yang digunakan untuk menganalisis dan menginterpretasikan hasil PME VL HIV secara nasional. Sesi diskusi menutup rangkaian kegiatan untuk memastikan seluruh pertanyaan teknis dari laboratorium peserta terjawab dengan tepat.

PME merupakan mekanisme penjaminan mutu eksternal yang bekerja melalui pengiriman bahan kontrol ke laboratorium peserta, untuk kemudian dinilai ketepatan hasilnya dan dibandingkan dengan laboratorium lain yang menggunakan metode dan reagen serupa. Hasil PME yang baik dan konsisten menjadi indikator performa laboratorium, sementara hasil yang kurang baik menjadi sinyal untuk perbaikan proses internal. Dalam konteks pemeriksaan Viral Load HIV — yang digunakan untuk memantau efektivitas terapi ARV bagi ODHIV — akurasi hasil sangat menentukan ketepatan keputusan klinis yang diambil tenaga kesehatan.

Melalui pertemuan persiapan seperti ini, BB Labkesmas Makassar memastikan bahwa pelaksanaan PME VL HIV Siklus 1 Tahun 2026 dapat berjalan dengan tertib, terstandar, dan melibatkan seluruh laboratorium peserta secara aktif — sebagai bagian dari tanggung jawab nasional dalam menjamin kualitas pemeriksaan Viral Load HIV di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *