Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BB Labkesmas) Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam mengawal penguatan sistem pengujian kesehatan di kawasan Indonesia Timur melalui pelaksanaan kegiatan supervisi InPULS BB Labkesmas Makassar di Bombana. Kunjungan kerja yang berlangsung pada 26–27 Agustus 2026 di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara ini diselenggarakan untuk memantau, mendampingi, serta mengevaluasi kesiapan operasional fasilitas kesehatan daerah dalam menerapkan standar pengujian laboratorium kesehatan publik yang terintegrasi.
Rangkaian pelaksanaan supervisi ini mencakup peninjauan langsung ke empat unit pelayanan teknis serta penentu kebijakan kesehatan setempat. Tim penyelia menyambangi Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Bombana, Puskesmas Rumbia Tengah, serta Puskesmas Rowatu Utara. Pendampingan secara menyeluruh dari tingkat kabupaten hingga puskesmas ini dilakukan guna memastikan bahwa setiap tingkatan fasilitas siap mengimplementasikan program penguatan laboratorium kesehatan secara optimal.
Program Indonesia Public Laboratory System Strengthening (InPULS) merupakan inisiatif strategis Kementerian Kesehatan RI yang berfokus pada penguatan kapasitas jejaring laboratorium kesehatan secara berjenjang. Selama kunjungan dua hari tersebut, tim penyelia melakukan pemantauan terhadap aspek-aspek vital kelayakan pelayanan laboratorium. Evaluasi difokuskan pada kesiapan kompetensi teknis sumber daya manusia (SDM) penguji, keandalan serta efisiensi pemanfaatan alat laboratorium, hingga penerapan prosedur manajemen mutu pelayanan agar sesuai dengan standar nasional.
Pelaksanaan supervisi InPULS BB Labkesmas Makassar di Bombana melalui peninjauan lapangan ini memegang peranan krusial untuk mengidentifikasi berbagai kendala operasional yang kerap dihadapi oleh para petugas laboratorium di daerah. Melalui pendampingan teknis dan dialog interaktif, tim penyelia memberikan solusi praktis terkait optimalisasi tata kelola alur sampel, pemeliharaan alat uji, serta penjaminan mutu hasil pengujian. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa sistem laboratorium di tingkat pelayanan dasar hingga laboratorium rujukan daerah dapat berfungsi secara padu dan terstandar.
Bagi masyarakat di Kabupaten Bombana dan sekitarnya, penguatan kapasitas laboratorium kesehatan di tingkat lokal ini memberikan manfaat langsung berupa peningkatan mutu serta kepastian layanan diagnosis kesehatan. Warga masyarakat dapat menikmati akses pemeriksaan laboratorium dasar yang lebih presisi, cepat, dan terpercaya di fasilitas kesehatan terdekat dari pemukiman mereka. Hal ini memangkas beban waktu dan biaya perjalanan karena warga tidak perlu lagi menempuh jarak jauh ke pusat kota atau ibu kota provinsi hanya untuk mendapatkan hasil pengujian medis yang teruji.
Melalui pelaksanaan supervisi InPULS BB Labkesmas Makassar di Bombana yang terstruktur ini, ketersediaan layanan pengujian laboratorium yang berkualitas dapat terwujud secara merata di seluruh wilayah Bombana. Penguatan sistem laboratorium kesehatan publik dari tingkatan akar rumput menjadi pilar utama dalam mendukung upaya deteksi dini penyakit, kewaspadaan kesehatan masyarakat, serta mewujudkan kemandirian ketahanan kesehatan daerah yang berkelanjutan di Sulawesi Tenggara.





