Dalam rangka memperkuat ekosistem layanan laboratorium kesehatan di wilayah Sulawesi Tengah, BB Labkesmas Makassar melaksanakan dua kegiatan penting secara berturut-turut pada 11 dan 12 Mei 2026. Rangkaian kegiatan ini mencakup koordinasi lintas sektor terkait Pemantapan Mutu Eksternal (PME) laboratorium kesehatan, dilanjutkan dengan kunjungan pembinaan langsung ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Palu sebagai Labkesmas Tingkat 2 di Sulawesi Tengah.
Pada 11 Mei 2026, BB Labkesmas Makassar menggelar pertemuan koordinasi bersama Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah khusus membahas pelaksanaan Pemantapan Mutu Eksternal. Dalam pertemuan ini, BB Labkesmas Makassar mendorong Dinas Kesehatan untuk aktif menggerakkan seluruh laboratorium kesehatan di wilayahnya agar berpartisipasi dalam kegiatan PME secara konsisten dan berkelanjutan. Pemantapan Mutu Eksternal bukan sekadar prosedur administratif — ini adalah mekanisme kunci yang memastikan setiap laboratorium menghasilkan hasil pemeriksaan yang akurat, valid, dan dapat dipercaya. Semakin tinggi tingkat partisipasi laboratorium dalam PME, semakin terjamin kualitas diagnostik yang diterima oleh masyarakat Sulawesi Tengah, di mana pun mereka berada.
Keesokan harinya, 12 Mei 2026, Kepala BB Labkesmas Makassar didampingi Kepala Timker Program Layanan melakukan kunjungan langsung ke Labkesda Kota Palu. Kunjungan ini bertujuan meninjau secara komprehensif progress pengembangan gedung laboratorium serta kesiapan operasional dari tiga aspek sekaligus: sarana prasarana, sumber daya manusia, dan tata kelola administrasi. Peninjauan langsung oleh pimpinan BB Labkesmas Makassar menegaskan komitmen pembinaan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi hadir secara nyata di lapangan untuk memastikan perkembangan yang terukur dan terarah.
Kedua kegiatan ini saling melengkapi dalam satu tujuan yang sama: mewujudkan laboratorium kesehatan yang siap secara menyeluruh di seluruh Sulawesi Tengah. Koordinasi Pemantapan Mutu Eksternal memastikan standar kualitas hasil pemeriksaan terpenuhi, sementara pembinaan langsung ke Labkesda mendorong kesiapan infrastruktur dan operasional yang dibutuhkan agar laboratorium dapat berfungsi optimal.
Dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Dengan laboratorium yang semakin siap dan hasil pemeriksaan yang semakin terjamin mutunya melalui Pemantapan Mutu Eksternal, warga Kota Palu dan seluruh Sulawesi Tengah dapat mengakses layanan diagnostik yang lebih lengkap, lebih dekat, dan lebih berkualitas — fondasi yang tak tergantikan dalam sistem pelayanan kesehatan yang kuat dan merata.





