BB Labkesmas Makassar kembali menyelenggarakan kegiatan sharing knowledge sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia. Kegiatan ini dilaksanakan pada 29 Desember 2025 secara hybrid, yaitu melalui Zoom Meeting dan secara luring di Aula Arjuna BB Labkesmas Makassar.
Pada kesempatan ini, sharing knowledge mengangkat dua topik strategis yang berkaitan langsung dengan penguatan peran laboratorium kesehatan masyarakat. Materi pertama disampaikan oleh Hastuti dengan tema penyelenggaraan Biorepositori. Dalam paparannya, dijelaskan konsep dasar biorepositori sebagai sistem pengelolaan, penyimpanan, dan pemanfaatan spesimen biologis secara terstandar untuk kepentingan pelayanan, penelitian, dan surveilans kesehatan. Penyelenggaraan biorepositori yang baik dinilai penting untuk menjamin mutu spesimen, ketelusuran data, serta keamanan hayati dan etik.
Materi kedua dibawakan oleh Khairul Syahril dengan topik pembuatan suspensi telur cacing untuk bahan Program Pemantapan Mutu Eksternal (PME). Materi ini membahas aspek teknis mulai dari proses persiapan, standarisasi konsentrasi, hingga pengendalian mutu suspensi telur cacing yang digunakan sebagai bahan uji profisiensi. Pemahaman teknis ini menjadi krusial dalam menjamin validitas dan reliabilitas hasil PME, khususnya pada pemeriksaan parasitologi.
Kegiatan sharing knowledge ini menjadi sarana transfer ilmu dan pengalaman dari pegawai yang telah mengikuti pelatihan kepada rekan kerja lainnya. Melalui pendekatan ini, BB Labkesmas Makassar berupaya memastikan bahwa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari berbagai pelatihan dapat tersebar secara merata dan diaplikasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Penyelenggaraan kegiatan secara hybrid juga memungkinkan partisipasi pegawai dari berbagai unit tanpa mengganggu layanan operasional. Hal ini mencerminkan komitmen BB Labkesmas Makassar dalam membangun budaya belajar yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan sharing knowledge ini, BB Labkesmas Makassar berharap kapasitas teknis dan pemahaman pegawai terhadap pengelolaan laboratorium kesehatan masyarakat semakin meningkat, sehingga mampu mendukung mutu pelayanan, program surveilans, serta berbagai program kesehatan nasional secara optimal.





