Takalar, 13–14 Oktober 2025 – Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BB Labkesmas) Makassar melaksanakan pengawasan dan pendampingan pelaksanaan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala BB Labkesmas Makassar bersama tim teknis, sebagai wujud komitmen dalam memperkuat sistem laboratorium kesehatan masyarakat di wilayah kerja Regional 8.
Selama dua hari pelaksanaan, tim BB Labkesmas Makassar melakukan kunjungan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, Labkesda Takalar, Puskesmas Pattallassang, dan Puskesmas Polobangkeng. Kunjungan ini bertujuan untuk menilai dan memetakan kapasitas serta kesiapan Labkesmas tingkat 1 dan 2, khususnya dalam hal sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarana laboratorium, serta implementasi sistem penjaminan mutu.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional InPULS (Indonesia Public Health Laboratory System Strengthening) yang digagas oleh Kementerian Kesehatan untuk membangun jejaring Labkesmas yang kuat, terstandarisasi, dan saling terintegrasi. Melalui InPULS, diharapkan seluruh Labkesmas di Indonesia mampu memberikan hasil pemeriksaan yang akurat, dapat dipertanggungjawabkan, dan mendukung upaya pencegahan serta pengendalian penyakit di masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, BB Labkesmas Makassar juga melakukan analisis terhadap tantangan lapangan yang dihadapi oleh Labkesmas di Kabupaten Takalar. Beberapa isu yang ditemukan antara lain keterbatasan tenaga laboratorium dengan kompetensi khusus, kebutuhan kalibrasi alat secara rutin, serta peningkatan kapasitas SDM dalam hal biosafety dan biosecurity.
Sebagai tindak lanjut, BB Labkesmas Makassar memberikan rekomendasi teknis, termasuk penguatan sistem manajemen mutu internal, peningkatan koordinasi dengan Dinas Kesehatan, dan pengembangan pelatihan tematik bagi petugas laboratorium daerah.
Kepala BB Labkesmas Makassar dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar supervisi, tetapi merupakan upaya strategis untuk memperkuat sistem kesehatan masyarakat di tingkat akar rumput. Dengan Labkesmas yang berfungsi optimal, masyarakat akan memperoleh manfaat langsung berupa pemeriksaan yang lebih cepat, hasil yang lebih akurat, dan respon kesehatan yang lebih tanggap terhadap potensi kejadian luar biasa (KLB).
Melalui kegiatan ini, BB Labkesmas Makassar berharap sinergi antara laboratorium tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dapat terus ditingkatkan. Penguatan jejaring Labkesmas menjadi fondasi penting dalam menciptakan layanan laboratorium publik yang prima, transparan, dan terpercaya, mendukung visi Kementerian Kesehatan menuju transformasi sistem kesehatan nasional yang berdaya tahan dan berkelanjutan.





