Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility

Dampingi Kunjungan Wamenkes RI di Sulsel, BB Labkesmas Makassar Perkuat Penanggulangan TBC

Kepala BB Labkesmas Makassar mendampingi Wakil Menteri Kesehatan RI saat melakukan kunjungan kerja penanggulangan TBC di Sulawesi Selatan.

Kepala Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BB Labkesmas) Makassar mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, di Provinsi Sulawesi Selatan pada 6 hingga 7 Agustus 2026. Kunjungan lapangan ini dilaksanakan dalam rangka meninjau langsung pelaksanaan program percepatan penanggulangan TBC , khususnya di wilayah Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).

Rangkaian agenda kunjungan kerja diawali di Kabupaten Maros dengan peninjauan terhadap pelaksanaan pelacakan kasus atau tracing TBC yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Selain memantau aktivitas CKG di fasilitas pelayanan kesehatan dasar, Wamenkes RI beserta rombongan juga meninjau secara langsung implementasi program Desa Siaga TBC. Program kemasyarakatan ini dibentuk untuk meningkatkan peran aktif warga dalam mengidentifikasi gejala serta mendukung kepatuhan pengobatan para penderita TBC di tingkat desa.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Kabupaten Pangkep untuk melihat secara dekat pelaksanaan skrining TBC yang juga diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis. Integrasi pelayanan ini dirancang untuk memperluas jangkauan penemuan kasus secara proaktif di tengah masyarakat. Melalui mekanisme skrining terpadu, warga yang memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan dasar dapat sekaligus menjalani penapisan indikasi TBC, sehingga potensi penularan yang tidak terdeteksi dapat diminimalkan sejak dini.

Partisipasi aktif BB Labkesmas Makassar dalam peninjauan lapangan ini memiliki arti penting bagi penguatan sistem kesehatan di wilayah timur Indonesia. Provinsi Sulawesi Selatan saat ini termasuk dalam delapan provinsi prioritas nasional dalam program penanggulangan TBC karena tingginya beban kasus yang tercatat. Sebagai laboratorium rujukan regional TBC, keberadaan instansi ini memegang peranan krusial dalam menyediakan dukungan diagnostik berbasis laboratorium yang akurat, cepat, dan terstandar bagi seluruh fasilitas kesehatan di wilayah binaannya.

Bagi masyarakat luas, penguatan jejaring pemeriksaan dan pengawasan laboratorium ini memberikan manfaat langsung dalam peningkatan akurasi penegakan diagnosis penyakit TBC. Dukungan kapasitas pengujian laboratorium yang kuat memungkinkan proses identifikasi bakteri sampel dapat dilakukan lebih cepat. Hal ini mempermudah tenaga medis di lapangan untuk segera memberikan penanganan pengobatan yang tepat bagi penderita, sekaligus melindungi anggota keluarga dan lingkungan sekitar dari risiko penularan yang lebih luas.

Melalui pendampingan kunjungan kerja pejabat Kementerian Kesehatan ini, keterpaduan antara program pelayanan primer dan pengujian laboratorium rujukan diharapkan semakin solid. Kehadiran fasilitas diagnostik yang andal serta pendampingan langsung ke daerah menjadi bukti nyata komitmen BB Labkesmas Makassar dalam menyokong target nasional percepatan eliminasi TBC di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *