Kualitas tenaga kesehatan masa depan dibentuk oleh pengalaman belajar yang mereka dapatkan hari ini. Dengan semangat itu, BB Labkesmas Makassar pada 29 Juni 2026 secara resmi menyambut 37 peserta magang dan PKL dari tiga institusi pendidikan yang akan menjalani proses pembelajaran langsung di berbagai instalasi laboratorium — menghadirkan ruang praktik yang nyata, terstandar, dan bermakna bagi generasi tenaga kesehatan berikutnya.
Ketiga institusi yang turut serta dalam kesempatan ini adalah Poltekkes Kemenkes Makassar Jurusan Teknologi Laboratorium Medis dengan 25 mahasiswa yang akan belajar selama 29 Juni hingga 17 Juli 2026 didampingi Ibu Yaumil F. Tandjungbulu, S.ST, M.Kes; Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin dengan 4 mahasiswa yang menjalani PKL hingga 6 Agustus 2026 bersama pendamping Ibu Ummi Pratiwi Rimayanti, S.Kep, Ns. MSn, Ph.D; serta SMAK Kejuruan melalui program Magang Dual System dengan 8 siswa yang akan berproses hingga 31 Juli 2026 didampingi Ibu Fauziah Ardi, S.Pd.
Sebelum mulai mengenal instalasi masing-masing, seluruh peserta mendapatkan pembekalan keselamatan kerja di laboratorium sebagai materi wajib di hari pertama. Pembekalan ini memastikan setiap peserta memahami potensi bahaya di lingkungan laboratorium serta standar keamanan yang harus diterapkan — fondasi yang tidak bisa dilewati sebelum siapapun diizinkan berinteraksi langsung dengan bahan, alat, dan prosedur laboratorium. Mencetak tenaga kesehatan yang kompeten dimulai dari membangun kesadaran keselamatan sejak hari pertama.
Keberagaman institusi yang hadir — dari perguruan tinggi vokasi, universitas negeri, hingga sekolah menengah kejuruan — mencerminkan luasnya peran BB Labkesmas Makassar sebagai tempat pembelajaran yang terbuka bagi berbagai jenjang pendidikan kesehatan. Setiap peserta membawa latar belakang yang berbeda, namun semua akan mendapatkan pengalaman belajar di laboratorium kesehatan masyarakat yang beroperasi pada standar nasional.
Pengalaman yang diperoleh selama masa magang dan PKL di BB Labkesmas Makassar akan menjadi bekal yang berharga — mempersiapkan mereka menjadi tenaga kesehatan yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran mutu dan keselamatan yang kuat. Karena tenaga kesehatan yang baik adalah investasi jangka





