BB Labkesmas Makassar kembali memperluas jangkauan layanannya ke wilayah timur Indonesia. Pada 4 Mei 2026, BB Labkesmas Makassar resmi menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MOU) bersama Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan dalam program Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK). Penandatanganan ini menjadi tonggak penting dalam upaya pemerataan akses deteksi dini gangguan tiroid pada bayi baru lahir hingga ke pelosok Papua.
Hipotiroid kongenital adalah kondisi kekurangan hormon tiroid yang dialami bayi sejak lahir. Kondisi ini tidak menunjukkan gejala yang tampak secara kasat mata pada hari-hari pertama kehidupan, namun bila tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini, dapat berdampak permanen pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan anak. Inilah mengapa skrining hipotiroid kongenital menjadi salah satu intervensi kesehatan paling kritis yang harus dapat dijangkau oleh seluruh bayi Indonesia, tanpa terkecuali.
Melalui MOU ini, bayi-bayi yang lahir di Kabupaten Boven Digoel kini memiliki akses terhadap program skrining hipotiroid kongenital yang terstandar dan didukung oleh kapasitas laboratorium BB Labkesmas Makassar. Kerja sama ini mencakup mekanisme pengambilan sampel, pengiriman, pemeriksaan, hingga pelaporan hasil yang memungkinkan tindak lanjut medis dilakukan sesegera mungkin apabila ditemukan indikasi kelainan. Sebuah sistem yang dirancang agar jarak geografis tidak pernah menjadi penghalang bagi seorang bayi untuk mendapatkan hak dasarnya atas kesehatan.
Kehadiran program skrining hipotiroid kongenital di Boven Digoel juga membawa angin segar bagi para orang tua dan tenaga kesehatan di wilayah tersebut. Dengan adanya kepastian bahwa setiap bayi baru lahir akan mendapatkan skrining yang memadai, kekhawatiran terhadap kelainan yang tidak terdeteksi dapat diminimalkan. Deteksi dini berarti penanganan lebih cepat — dan penanganan lebih cepat berarti peluang tumbuh kembang anak yang jauh lebih optimal.
Dengan terjalinnya kerja sama ini, BB Labkesmas Makassar semakin mempertegas komitmennya sebagai institusi laboratorium kesehatan masyarakat yang hadir melampaui batas administrasi wilayah. Karena setiap anak Indonesia, di manapun ia lahir — termasuk di Boven Digoel yang jauh di selatan Papua — berhak atas awal kehidupan yang sehat, terdeteksi, dan penuh harapan.





