BB Labkesmas Makassar berpartisipasi aktif dalam Kick Off Meeting dan Workshop Pengembangan Sistem Informasi Laboratorium Nasional (SILNAS), termasuk dalam penyusunan Product Requirement Document (PRD) serta workshop penggunaan OpenELIS. Keterlibatan ini menjadi bagian dari komitmen mendukung transformasi digital layanan laboratorium di tingkat nasional.
Dalam kegiatan tersebut, perwakilan BB Labkesmas Makassar memberikan berbagai masukan teknis dan operasional guna menyempurnakan sistem yang sedang dibangun. Kontribusi ini penting untuk memastikan SILNAS tidak hanya kuat secara konsep, tetapi juga aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan layanan di lapangan.
Sebanyak 10 Laboratorium Tingkat 5 dan 4 direncanakan menjadi UPT lokasi uji coba SILNAS pada Juni 2026. Tahapan uji coba ini merupakan langkah strategis menuju integrasi data dan digitalisasi proses layanan laboratorium secara nasional.
Bagi masyarakat, pengembangan SILNAS membawa manfaat nyata. Integrasi sistem informasi memungkinkan proses pencatatan, pelaporan, dan pemantauan hasil pemeriksaan menjadi lebih cepat, akurat, dan transparan. Digitalisasi juga meminimalkan potensi kesalahan administrasi, mempercepat alur pelayanan, serta mendukung pengambilan kebijakan berbasis data kesehatan yang lebih presisi.
Melalui partisipasi aktif dalam pengembangan SILNAS, BB Labkesmas Makassar turut mengambil peran dalam membangun ekosistem layanan laboratorium yang terintegrasi, efisien, dan berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.





