BB Labkesmas Makassar menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan Program Skrining Bayi Baru Lahir (SBBL) melalui pelaksanaan pemeriksaan perdana serta penerimaan sampel rujukan dari wilayah Indonesia Timur. Sampel yang diterima berasal dari Provinsi Gorontalo, seluruh provinsi di Maluku, serta Papua.
Pelaksanaan skrining bayi baru lahir merupakan langkah krusial dalam sistem pelayanan kesehatan. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini berbagai gangguan kesehatan bawaan yang mungkin belum menunjukkan gejala pada awal kehidupan. Dengan deteksi dini, intervensi medis dapat dilakukan lebih cepat dan tepat, sehingga risiko kecacatan dapat ditekan dan peluang tumbuh kembang optimal anak semakin besar.
Sebagai laboratorium rujukan regional, BB Labkesmas Makassar memiliki peran strategis dalam memastikan proses pemeriksaan berjalan sesuai standar mutu, mulai dari penerimaan sampel, pengujian, hingga pelaporan hasil. Dukungan terhadap wilayah Indonesia Timur ini juga memperkuat akses layanan skrining yang merata dan berkeadilan, terutama bagi daerah dengan keterbatasan fasilitas pemeriksaan lanjutan.
Skrining bayi baru lahir bukan sekadar prosedur laboratorium, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan kesehatan. Deteksi dan penanganan dini terhadap gangguan metabolik, hormonal, maupun kelainan bawaan lainnya dapat mencegah dampak kesehatan yang lebih berat di kemudian hari. Upaya ini berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas hidup anak serta kesejahteraan masyarakat secara luas.
Melalui pelaksanaan pemeriksaan perdana dan penerimaan sampel rujukan lintas provinsi ini, BB Labkesmas Makassar menegaskan perannya sebagai pusat layanan laboratorium kesehatan masyarakat yang responsif, akurat, dan berorientasi pada perlindungan generasi masa depan.





