Makassar, 28 Juli 2025 – Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar (BB Labkesmas Makassar) bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Makassar menyelenggarakan Workshop Pemeriksaan Mikroskopis untuk Pemeriksaan Sampel Tuberkulosis (TBC) yang berlangsung pada tanggal 28 Juli hingga 1 Agustus 2025. Kegiatan ini ditujukan kepada tenaga dokter dan Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) yang bertugas di laboratorium pemeriksaan mikroskopis TBC dan laboratorium rujukan PME di wilayah kerja masing-masing.
Workshop ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas peserta dalam menjalankan peran strategis sebagai laboratorium pemeriksaan mikroskopis TBC dan juga sebagai laboratorium rujukan PME (Pemantapan Mutu Eksternal) bagi jejaring laboratorium lainnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan tenaga kesehatan memiliki kemampuan teknis dan pemahaman konseptual yang lebih baik dalam deteksi dan manajemen kasus TBC melalui pemeriksaan mikroskopis yang akurat.
Pelaksanaan workshop dilakukan secara hybrid, di mana narasumber dari pusat menyampaikan materi secara daring, sementara seluruh narasumber lokal dari BB Labkesmas Makassar, fasilitator, dan peserta hadir dan mengikuti kegiatan secara luring. Pendekatan ini memberikan fleksibilitas sekaligus memastikan interaksi langsung dalam sesi praktik laboratorium.
Adapun metode pelatihan dalam workshop ini mencakup:
- Paparan presentasi dari para narasumber berpengalaman
- Diskusi interaktif antara peserta dan fasilitator
- Praktik laboratorium pemeriksaan mikroskopis secara langsung
Kegiatan ini mencerminkan komitmen BB Labkesmas Makassar dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM laboratorium di wilayah timur Indonesia. Sebagai laboratorium rujukan, BB Labkesmas Makassar terus berperan aktif dalam mendukung program nasional eliminasi TBC melalui penguatan jejaring laboratorium dan peningkatan kualitas pemeriksaan.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan peserta mampu mengimplementasikan hasil pelatihan di tempat tugas masing-masing dengan lebih optimal dan turut mendorong percepatan penanggulangan TBC di Indonesia.